Jaga Situasi Aman dan Kondusif

0
11 views

Muara Enim, Sumsel Merdeka – Ribuan Warga Nahdliyin Muara Enim Bertekad Menjaga Situasi Aman dan Kondusif pada Pelaksanaan Pilpres 2019. Hal tersebut dinyatakan dalam Halaqoh Ilmiah Fiqih Amaliyah Aswaja di Nusantara, Senin (04/03).

Halaqoh yang dihadiri oleh ribuan warga nahdliyin Muara Enim dan sekitarnya di hadiri oleh Ketua Tim LBM Pusat PBNU KH. Azizi Hasbulah.

Dalam kegiatan Halaqoh Ilmiyah Tashawuf & Aswaja tersebut KH. Azizi Hasbullah juga mengajak seluruh warga Nadhliyin untuk bersama – sama menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Selain itu, mereka juga mengajak seluruh warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai pemberitaan yang sifatnya hoax di media massa dan media sosial.

“Menjelang Pemilu Serentak 2019 khususnya Pilpres banyak beredar berita bohong (hoax) di masyarakat, yang sifatnya memprovokasi serta dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara,” ujar KH. Azizi Hasbullah.

Dirinya mengatakan, bahwa Hoax dapat memecah belah umat serta mengancam keutuhan NKRI tegasnya.

Ulama dari Blitar ini juga mengajak masyarakat untuk melawan hoaks menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Mari kita lawan hoax yang ada di Agara karena dengan hoaks di medsos sangat berpengaruh terhadap daerah dan bangsa di Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat ini kita akan menghadapi pemilu legeslatif dan pilpres secara serentak pada tanggal 17 April 2019,” katanya.

Dirinya juga mengharapkan seluruh ormas Islam agar dapat menjadi penyejuk bagi masyarakat untuk mencegah terjadinya pertikaian akibat hoaks di medsos maupun di tengah-tengah masyarakat.

“Kita harus sebagai penyejuk bukan sebagai api di tengah masyarakat yang dapat menganggu kamtibmas jelang Pileg maupun Pilpres,” tegasnya.

Selain itu, di kesempatan sama juga dilakukan seruan agar bersama menjaga suasana Sumsel khususnya muara enim yang kondusif dengan ikut aktif menangkal berita hoaks, serta ujaran kebencian karena berpotensi memecah belah maupun mengadu domba umat.

Ketua TIM LBM Pusat PBNU juga menegaskan, bahwa melakukan “ikhtiar” atau usaha lahir batin dan bermunajat kepada Allah SWT untuk keselamatan maupun keamanan bangsa dan negara.

“Ini juga bagian dari mewaspadai berkembangnya paham radikal dan intoleran demi terwujudnya Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang aman serta damai. Seruan tersebut,” kata dia

Upaya meneguhkan persatuan dan kesatuan umat menjaga aqidah “Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah” dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ini juga bagian dari mewaspadai berkembangnya paham radikal dan intoleran,” tegas Kiyai Azizi, sapaan akrabnya. (RnD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here